Senin, 07 November 2022

Sejarah Pesantren di Indonesia


Assalamu’alaikum Ikhwah…

Tinggal 2 bulan lagi, kita memasuki tahun 2023. Sebagian dari orang tua masih bingung kemana akan mengarahkan anak-anaknya melanjutkan Pendidikannya. Bagi yang akan lulus SD, Ada yang ke SMP swasta atau SMP Negeri, ada juga yang akan ke pesantren. Begitupun jenjang SMP ke SMA, ada juga yang akan melanjutkan ke SMA atau SMK dan juga pesantren. Kali ini, Asatidz Pondok Modern Teknik (PMT) Ibnu Rusyd Kota Bekasi akan membuat ulasan arikel sejarah menarik tentang Pondok Pesantren. Dari artikel ini , diharapkan dapat menambah khazanah tentang dunia pesantren. Selamat membaca artikel kami!

Pengertian Pesantren

Suatu hal yang tidak terlepas dalam wacana pendidikan di Indonesia adalah Pondok Pesantren. Ia adalah pendidikan pertama dan tertua di Indonesia. Keberadaannya mengilhami model dan sistem-sistem yang ditemukan saat ini. Ia bahkan tidak lapuk dimakan zaman dengan segala perubahannya. Karenanya banyak pakar, baik lokal maupun internasional melirik Pondok Pesantren sebagai bahan kajian. Tidak jarang beberapa tesis dan disertasi menulis tentang lembaga Pendidikan Islam tertua ini.

Di antara sisi yang menarik para pakar dalam mengkaji Lembaga ini sejak dilancarkannya perubahan atau modernisasi pendidikan Islam di berbagai kawasan Dunia Muslim, tidak banyak lembaga-lembaga pendidikan tradisional Islam separti pesantren yang mampu bertahan disamping karena “modelnya’. Sifat ke-Islaman dan ke-Indonesiaan yang terintegrasi dalam pesantren menjadi daya tariknya. Belum lagi kesederhanaan, sistem dan manhaj yang terkesan apa adanya, hubungan Kyai dan Santri serta keadaan fisik yang serba sederhana. Walau di tengah suasana yang demikian, yang menjadi magnet terbesar adalah peran dan kiprahnya bagi masyarakat, negara dan umat manusia yang tidak bisa dianggap sepele atau dilihat sebelah mata. Sejarah membuktikan besarnya konstribusi yang pernah dipersembahkan lembaga yang satu ini, baik di masa pra kolonial, kolonial dan pasca kolonial, bahkan di masa kini pun peran itu masih tetap dirasakan.

Pada pengertian menurut Bahasa atau terminologis dapat dijelaskan bahwa pendidikan pesantren adalah merupakan tempat dimana dimensi ekstorik (penghayatan secara lahir) Islam diajarkan , Selain itu juga menyebutkan bahwa kata pesantren yang berasal dari akar kata santri dengan awalan "Pe" dan akhiran "an" berarti tempattinggal para santri. Para ahli berpendapat bahwa istilah santri berasal dari bahasa Tamil, yang berarti Guru mengaji. Potret Pesantren pada dasarnya adalah sebuah asrama pendidikan Islam tradisional dimana para siswanya tinggal bersama dan belajar ilmu-ilmu keagamaan di bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan kyai. Asrama untuk para siswa tersebut berada dalam komplek pesantren dimana kyai bertempat tinggal. Disamping itu juga ada fasilitas ibadah berupa masjid. Biasanya komplek pesantren dikelilingi dengan tembok untuk dapat mengawasi arus keluar masuknya santri.

Dilihat dari segi bentuk dan sistemnya berasal dari India. Sebelum proses penyebaran Islam di Indonesia, sistem tersebut telah digunakan secara umum untuk pendidikan dan pengajaran agama Hindu.Setelah Islam masuk dan tersebar di indonesia, sistem tersebut kemudian diambil oleh Islam. Istilah pesantren sendiri seperti halnya istilah mengaji, langgar, atau surau di Minangkabau, Rangkang di Aceh bukan berasal dari istilah Arab, melainkan India. Namun bila kita fahami sejak sebelum tahun 1960-han dapat difahami pusat-pusat Pendidikan di Indonesia berbasis agama telah ada semodel pesantren dan tumbuh pesat. Namun belum mendapat legitimasi dari negara pada masa itu

“Selain itu Pesantren adalah bentuk pendidikan tradisional di Indonesia yang sejarahnya telah mengakar secara berabad-abad jauh sebelum Indonesia merdeka dan sebelum kerajaan Islam berdiri”4 , ada juga yang menyebutkan bahwa pesantren mengandung makna ke-Islaman sekaligus keaslian (indigenous) Indonesia. Kata “pesantren” mengandung pengertian sebagai tempat para santri atau murid pesantren, sedangkan kata “santri” diduga berasal dari istilah sansekerta “sastri” yang berarti “melek huruf”, atau dari bahasa Jawa “cantrik” yang berarti orang yang mengikuti gurunya kemanapun pergi. Dari sini kita memahami bahwa pesantren setidaknya memiliki tiga unsur, yakni; Santri, Kyai dan Asrama.

 

Sejarah Pesantren di Indonesia

Pesantren telah ada sejak ribuan tahun silam. Bahkan, keberadaan pesantren itu sendiri dapat dikatakan lebih tua dari kerajaan Islam yang ada di Indonesia. Dalam catatan sejarah, Berdirinya pondok pesantren bermula dari seorang kiyai yang menetap (bermukim) disuatu tempat. Kemudian datanglah santri yang ingin belajar kepadanya dan di luar. Turut pula bermukim di tempat itu. Sedangkan biaya kehidupan dan pendidikandisediakan bersama-sama oleh para santri dengan dukungan masyarakat di sekitarnya. Hal ini memungkinkan kehidupan pesantren bisa berjalan stabil tanpa dipengaruhi oleh gejolak ekonomi di luar. Pondok Pesantren dikenal di Indonesia sejak zaman Walisongo.

Karena itu Pondok pesantren adalah salah satu tempat berlangsungnya intraksi antara guru dan murid, kiyai dan santri dalam intensitas yang relatif dalam rangkamentransfer ilmu-ilmu keislaman dan pengalaman.8 Ketika itu Sunan Ampel mendirikan sebuah padepokan di Ampel Surabaya dan menjadikannya pusat pendidikan di Jawa. Para santri yang berasal dari pulau Jawa datang untuk menuntut ilmu agama. Bahkan di antara para santri ada yang berasal dari Gowa dan Tallo, Sulawesi

Dikatakan Pesantren Ampel yang didirikan oleh Syaikh Maulana Malik Ibrahim, merupakan cikal bakal berdirinya pesantren-pesantren di Tanah Air sebab para santri setelah menyelesaikan studinya merasa berkewajiban mengamalkan ilmunya di daerahnya masing-masing. Maka didirikanlah pondok-pondok pesantren dengan mengikuti pada apa yang mereka dapatkan di Pesantren Ampel. Sejarahnya, misalnya Pesantren Giri di Gresik bersama institusi sejenis di Samudra Pasai telah menjadi pusat penyebaran ke-Islaman dan peradaban ke berbagai wilayah Nusantara. Pesantren Ampel Denta menjadi tempat para wali yang mana kemudian dikenal dengan sebutan wali songo atau sembilan wali menempa diri. Dari pesantren Giri, santri asal Minang, Datuk ri Bandang, membawa peradaban Islam ke Makassar dan Indonesia bagian Timur lainnya. lalu melahirkan Syekh Yusuf, ulama besar dan tokoh pergerakan bangsa. Mulai dari Makassar, Banten, Srilanka hingga Afrika Selatan.

Pada tahapan awal pembentukan pesantren, umumnya masjid menjadi pusat pendidikan bagi masyarakat. Di masjidlah kegiatan pembelajaran dilakukan. Pada perkembangan selanjutnya pesantren dilengkapi dengan pondok atau tempat tinggal santri. Pembangunan fasilitas-fasilitas pesantren dipimpin oleh Kyai, dengan bantuan masyarakat sekitarnya. Masyarakat dengan sukarela mewakafkan tanahnya, menyumbangkan dana atau material yang diperlukan, hingga menyumbangkan tenaga. Pada intinya masyarakat memberikan apa yang dapat diberikannya. Hal semacam ini masih sering terjadi di pesantren- pesantren hingga saat ini

Dalam kaitan ini, pesantren Mambaul ulum di Surakarta mengambil tempat yang terdepan dalam merambah bentuk respon pesantren terhadap ekspansi pendidikan Belanda dan pendidikan modern Islam. Di awal Abad 19, Kiai Basari dari Pesantren Tegalrejo-Ponorogo mengambil peran besar. Pesantren ini menempa banyak tokoh besar seperti Pujangga Ronggowarsito. Pada akhir abad itu, posisi serupa diperankan oleh Kiai Kholil, Bangkalan-Madura. Dialah yang mendorong dan merestui KH Hasyim Asy’ari atau Hadratus Syeikh , santrinya dari pesantren Tebu Ireng – Jombang, untuk membentuk Nahdlatul Ulama (NU). NU pun menjadi organisasi massa Islam terbesar dan paling berakar di Indonesia

Di jalur yang sedikit berbeda, rekan seperguruan Hadratus Syeikh di Makkah, KH Ahmad Dahlan pun mengambil peran yang kemudian mempengaruhi kelahiran “pesantren moderen” seperti Pondok Gontor – Ponorogo yang berdiri pada tahun 1926. Pondok ini selain memasukkan sejumlah mata pelajaran umum kedalam kurikulumnya, juga mendorong para santrinya untuk mempelajari bahasa Inggris selain bahasa Arab dan melaksanakan sejumlah ekstra kurikuler seperti olah raga, kesenian dan sebagainya.

Materi yang dikaji adalah ilmu-ilmu agama, seperti fiqih, nahwu, tafsir, tauhid, hadist dan lain-lain. Biasanya mereka mempergunakan rujukan kitab turost atau yang dikenal dengan kitab kuning. Di antara kajian yang ada, materi nahwu dan fiqih mendapat porsi mayoritas. Hal itu karena mereka memandang bahwa ilmu nahwu adalah ilmu kunci. Seseorang tidak dapat membaca kitab kuning bila belum menguasai nahwu. Sedangkan materi fiqih karena dipandang sebagai ilmu yang banyak berhubungan dengan kebutuhan masyarakat (sosiologi). Tidakheran bila sebagian pakar menenyebut sistem pendidikan Islam padapesantren dahulu bersifat “fiqih orientied” atau “nahwu orientied”

 

Nah, Penjelasan diatas ialah ulasan mengenai Pesantren di Indonesia. PMT Ibnu Rusyd hadir dalam rangka melanjutkan gagasan sejarah pesantren yang ada di Indonesia. Terletak di Kota Bekasi, dekat Jakarta, Jawa Barat, PMT Ibnu Rusyd adalah pesantren modern di yang menawarkan pembelajaran tahfidz dan juga microtic atau Teknologi Informasi dan komunikasi. Tidak hanya penguatan materi Fiqh, PMT Ibnu Rusyd juga merupakan Lembaga Pondok Modern yang terpercaya dalam mencetak generasi muslim teladan di bidangnya

Demikian artikel mengenai Perkembangan Pesantren di Indonesia. Semoga wawasan ini dapat menjadi preferensi dalam menentukan pilihan Pendidikan selanjutnya terhadap putra dan putri anda. 

Sumber

Jurnal sejarah Pesantren di Indonesia, Herman DM, STAIN Kediri, 2013

Tags :

GUS ARIFIN

Keutamaan Yang Berjuang Di Jalan Allah

  • " Dosa yang diampuni "
  • " Mendapat kemenangan yang besar "
  • " Mendapat pertolongan Allah "

  • : Pondok Modern Teknik Ibnu Rusyd
  • : Juli 2010
  • :Jl. Benda No. 310 RT 03/010 Kel. Padurenan Kec. Mustika Jaya Kota Bekasi Jawa Barat
  • : pmtibnurusyd@yahoo.com
  • : +6282130225869